Kisah Hidup Sang Ayam Kampus
Tarif untuk menyewa jasa ayam kampus bervariasi. Harganya bisa berbeda, tergantung paket short time atau long time. Tentunya, harga yang ditawarkan juga mengikuti umur dan kecantikan si wanita. Semakin muda dan cantik, biasanya semakin mahal. Transaksi harga antara pelanggan dan mucikari memakai media telepon atau bertemu langsung. Ada juga ayam yang mengatur penjualannya sendiri. Pangsa pasar ayam kampus biasanya golongan atas. Kebanyakan juga, para ayam membatasi dan sedikit memilih tamunya. Karena, di samping soal uang, para ayam berpikir tentang selera. Sabrina, 24 tahun, ayam kampus-bukan nama sebenarnya-misalnya. Tujuan dia memang uang. Tetapi ia juga mau memenuhi kebutuhan selera seksnya. Dia tidak mau dengan lelaki yang tidak tampan. "Dengan Rp 30 juta sekali kencan, aku ingin bukan tamuku saja yang puas, tapi aku juga," Ada beberapa ayam kampus yang melayani tamu dengan panggilan short time sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Menurut Doni, sang mucikari,...